twitter
rss

1.             Kurva LM menggambarkan kebijakan fiskal. Misalnya saja kebijakan fiskal dalam memberlakukan anggaran, hal tersebut dapat mendorong kurva IS bergeser ke kanan dan hasilnya akan meningkatkan pendapatan nasional. Tetapi cara ini tidak efektif di terapkan, karena apabila kebijakan fiskal diterapkan, Pengeluaran negara naik, dan pendapatan juga ikut naik. Namun seiring dengan itu, bunga pun ikut naik yang disebabkan oleh pendapatan yang naik. Apabila bunga di bank naik, maka tidak akan ada orang yang berminat untuk investasi, dan akan menyebabkan pendapatan negara turun. Oleh karena itu kebijakan fiskal seharusnya tidak diterapkan, karena secara tidak langsung akan merugikan swasta, karena tidak ada investasi, dan hal seperti itu akan memberi dampak buruk pada kesejahteraan masyarakat.


 

2.             Dalam ilmu ekonomi, crowding out adalah fenomena yang terjadi ketika Kebijakan Fiskal menyebabkan suku bunga meningkat, sehingga mengurangi investasi. Perubahan kebijakan fiskal menggeser kurva yang menggambarkan keseimbangan di pasar barang. Fiskal menggeser kurva IS ke kanan dari IS1 ke IS2. Fiskal meningkatkan pendapatan dari Y1 ke Y2 dan suku bunga naik dari r1 ke r2. Jika tingkat bunga tetap konstan pada i1, pasar barang berada dalam keseimbangan dalaam pengeluaran yang direncanakan (output), tetapi pasar uang tidak lagi dalam keseimbangan.menerapkan kebijakan fiskal dapat mengurangi investasi, karena tingkat bunganya tinggi yang didorong oleh kenaikan pendapatan. Crowding out terjadi kareena penambahan pengeluaran pemerintah yang didapatkan dengan cara pemberlakuan kebijakan fiskal sehingga efeknya menjadi nol, karena penambahan pengeluaran pemerintah dibarengi dengan penurunan investasi swasta.




3.      Menurut kaum monetaris, kebijakan fiskal menyebabkan crowding out. Menurut orang moneteris kebijakan fiskal hanya akan mengakibatkan “Crowding Out” karena menurut mereka kebijakan makroekonomi aktif seperti kebijakan fiskal dan moneter hanya akan membuat keadaan perekonomian menjadi lebih buruk.  Bahkan secara ekstrim mereka mengatakan bahwa “kebijakan makroekonomi yang aktif itu lebih merupakan bagian dari masalah, dan bukan bagian dari solusi”. Dengan perkataan lain, kaum moneteris menghendaki suatu peran atau campur tangan pemerintah yang seminimum mungkin di dalam perekonomian. Kebijakan fiskal itu sendiri memiliki pengaruh sistematis yang sangat kecil, baik terhadap pendapatan nasional riil maupun pendapatan nasional nominal; dan bahwa kebijakan fiskal (fiscal policy) bukanlah suatu sarana atau alat stabilisasi yang efektif. Misa1nya dalam usaha meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan dalam mengatasi pengangguran, kub Keynesian lebih menyukai kebijaksanaan fiskal yang bersifat ekspansif. Sebaliknya kubu monetaris lebih menyukai kebijaksanaan moneter yang kontraktif. Intenvensi pemerintah untuk meningkatkan output dengan menggunakan kebijaksanaan fiskal tidak disenangi Friedman Misalnya ada usaha untuk meningkatkan output dengan menurunkan pajak. Menurut Keynesian langkah ini akan meningkatkan output. Dalam ”Bahasa” kurva IS-LM yang dikembangkan Keynesian, hal ini terjadi karena penurunan dalam pajak akan mendorong kurva IS bergerak ke kanan. Tetapi menurut kaum moneteris hal seperti ini tidak akan terjadi, sebab dalam perekonomian yang sudah memanfaatkan sumber daya secara penuh maka kurva LM berbentuk tegak lurus,dampak dan pergeseran kurva IS tidak akan memberi pengaruh pada output sehingga akan terjadi keadaan crowding-out effect. Itulah pandangan kaum moneteris yang menyatakan bahwa kebijakan fiskal akan menimbulkan crowding out.


0 komentar:

Posting Komentar